Laman

Minggu, 05 Januari 2014

BLOG PENDAMPING "PENJAHIT KARTIKA" http://penjahitkartika.blogspot.com


BLOG PENDAMPING "PENJAHIT KARTIKA"



>>> http://penjahitkartika.blogspot.com <<<<




jangan sungkan untuk menghubungi kami
atau SMS saya ...

Hp. 081227007444 (Telkomsel) 
Hp. 08562556742 (Indosat)



Seragam Sekolah
Seragam TK
Seragam TPA
Seragam Kantor
Seragam Arisan
Seragam Keluarga
Seragam Jaket
Seragam Kaos Oblong
Seragam Kaos Polo
Seragam Kemeja
Seragam Wearpack
Topi
Peci
Tas Ransel
Ikat Pinggang

Sabtu, 10 April 2010

Cara Merawat Karpet Anda

TIPS MERAWAT KARPET - TIPS MENCUCI KARPET - TIPS MENGHILANGKAN DEBU KARPET - JENIS KARPET

Karpet sering digunakan orang untuk mempercantik suatu ruangan. Biasanya ruangan yang berkarpet pun terkesan hangat dan nyaman. Model Karpet sangat mempengaruhi kesan ruangan tersebut. Model Karpet harus disesuaikan dengan warna ruangan. Tapi bila tidak dirawat, karpet menjadi cepat kusam dan tak cantik lagi. Lebih gawat lagi, karpet yang tidak dibersihkan sering menjadi sarang kuman dan tungau penyebab alergi. Sudah itu, baunya apek pula.

Berikut ini adalah cara-cara untuk merawat karpet agar terlihat tetap cantik, bersih dan tidak cepat rusak.
· Gunakan mesin penyedot debu untuk membersihkan karpet minimal 3 kali seminggu.
· Karpet dicuci bersih dengan menggunakan sabun khusus untuk karpet setidaknya 6 bulan sekali. Jikalau merasa terlalu berat untuk mencuci sendiri, Anda bisa memasukkan karpet ke jasa binatu. Ongkosnya tak seberapa mahal, sekitar Rp.50.000 untuk karpet berukuran sedang.
· Ubah posisi karpet dan Model Karpet 2-3 bulan sekali. Maksudnya, putar karpet sedemikian rupa sehingga bagian yang sering terinjak atau dilewati orang bisa berganti posisi. 
· Perhatikan letak jendela dan arah sinar matahari yang masuk ke ruangan tersebut. Warna karpet akan cepat memudar jika terkena langsung oleh sinar matahari. Untuk mengatasinya, ubah posisi karpet 2-3 bulan sekali. Hal ini bisa pula diatasi dengan menutup jendela atau menurunkan vitrage.
· Bau apek pada karpet dapat diatasi dengan memercikkan sedikit baking soda ke atas karpet. Tunggu 30 menit, kemudian baru dibersihkan dengan menggunakan penghisap debu.
· Untuk mengatasi bau yang lebih tajam, cucilah bagian yang berbau tersebut dengan 20 bagian cuka dicampur dengan 80 bagian air. Gunakan lap bersih yang dibasahi dengan larutan air cuka tadi. Tidak dianjurkan menggosok bagian itu dengan sikat. Noda yang bau harus segera dibersihkan. Semakin lama noda tersebut menempel, semakin sulit membersihkannya.

Khusus untuk karpet baru. Saat karpet baru dipasang atau dibentang di lantai, semacam debu berterbangan. Bila terhisap, debu ini bisa menyebabkan iritasi mata, tenggorokan gatal dan bahkan pusing-pusing pada sebagian orang. Meskipun, sampai saat ini belum diketahui dengan jelas apakah debu tersebut berbahaya untuk kesehatan atau tidak, tapi efeknya sungguh mengganggu.Untuk mengatasinya, sebelum karpet dikirim ke rumah kita, mintalah penJual Karpet untuk membersihkan/ menghisap debu karpet tersebut.

Pada saat memasang karpet, terutama karpet yang dipasang melapisi seluruh lantai ruangan, usahakan agar ventilasi di ruangan tersebut betul-betul baik. Kalau perlu buka pintu dan seluruh jendela. Setelah karpet dipasang, sebaiknya jangan menggunakan ruangan tersebut setidaknya selama 72 jam.



Sumber: perawatanrumah.blogspot.com

Minggu, 21 Maret 2010

penemuan mesin jahit

Mesin Jahit

Membuat pakaian, bahan yang pertama dulu digunakan adalah bulu domba abad ke 13 M

Minggu, 07 Maret 2010

TIPS MENCUCI KAIN BATIK

tips mencuci kain batik


Kain batik sekarang ini sedang menjadi trend dalam dunia fashion, banyak desaigner yg menggunakan batik sebagai bahan eksperimen untuk design mode mereka. lihat saja seperti kemarin dalam jogja fahion week 2008 banyak sekali. desainer yg bermain2 dengan kain batik. dan hasilnya sangat luat bisa mengagumkan. karena kain batik yg selama ini kita kenal terkesan formal dan kaku ternyata bisa di sulap menjadi modis, elegant dan cenderung dinamis.

Tahu tidak teman2 bahwa merawat batik tidak sesimpel seperti yg kita bayangkan. karena jika kita salah dalam perawatannya maka batik kesayanganpun menjadi kusam dan tidak cantik lagi. nah kalau sudah begini maka tidak ada salahnya menyimak tips2 berikut ini.

1. Gunakan sabun pencuci khusus untuk batik yang banyak dijual dipasaran atau cuci kain batik dengan shampo rambut setelah sebelumnya shampo dilarutkan di air sampai tdk ada bagian yang mengental.

2. Mencuci batik juga dianjurkan untuk menggunakan buah lerak (sekarang sudah tersedia sari lerak di toko2 atau di pasaran)atau daun dilem yg sudah diredam air hangat. Caranya remas-remas buah lerak atau daun dilem sampai mengeluarkan busa lalu tambahkan air secukupnya, dan siap utk mencuci batik. Aroma buah lerak mampu mencegah munculnya hewan kecil yg bisa merusak kain.

3. Saat mencuci batik, jangan pakai deterjen dan jgn digosok. Jika batik tak terlalu kotor cukup rendam di air hangat. Namun jika benar-benar kotor bisa dihilangkan dengan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya cukup dengan mengusapkan sabun mandi atau kulit jeruk di bagian yg kotor tadi.

4. Sebaiknya jangan mencuci batik dgn mesin cuci

5. Saat menjemur, batik yang basah tak perlu diperas. dan jangan menjemurnya langsung dibawah sinar matahari. Jemurlah di tempat teduh atau diangin-anginkan hingga kering.

6. Saat menjemurnya, tarik bagian tepi batik secara perlahan agar serat yang terlipat kembali ke posisi semula.

7. Sebaiknya hindari menyeterika batik secara langsung. Jika nampak sangat kusut, semprotkan sedikit air diatas batik lalu letakkan sehelai alas kain diatasnya baru diseterika.

8. Bila ingin memberi pewangi atau pelembut pada batik tulis jangan semprotkan langsung pada batik, sebaiknya tutupi dulu batik tulis dengan kertas, lalu semprotkan cairan pewangi dan pelembut kain di atas kertas.

9. Jangan semprotkan parfum atau minyak wangi langsung ke batik, terutama batik sutera dengan pewarna alami.

10. Simpan batik dlm plastik agar tak dimakan ngengat. Saat disimpan dalam lemari jangan di beri kapur barus, karena zat padat ini sangat keras dan bisa merusak batik.

11. Cara lain agar batik tak dimakan ngengat, beri sedikit merica yg dibungkus tisu di lemari tempat menyimpan batik. atau letakkan akar wangi yang sudah 2 kali melalui proses pencelupan dlm air panas dan dijemur hingga kering.

Jumat, 04 Desember 2009

Lomba Menjahit

Puluhan Perempuan Lansia Ikuti Lomba Menjahit Bendera
Minggu, 16 Agst 2009 21:07:03 WIB | Oleh : Maximianus Hari Atmoko

Magelang, 16/8 (ANTARA) - Puluhan perempuan lanjut usia (lansia) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengikuti lomba menjahit bendera Merah Putih dalam rangka merayakan HUT RI ke-64.

"Tentu ini mengingatkan kepada Ibu Fatmawati (Ibu Negara,red) pada masa lalu menjahit bendera untuk dikibarkan saat Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan," kata Kepala Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Ipang, Minggu (16/8) sore.

Mereka duduk berderet di salah satu teras rumah warga setempat di dusun yang terletak sekitar 10 kilometer sebelah barat Kota Magelang itu.

Para lansia itu menjahit dengan jarum dan benang, dua lembar kain warna merah dan putih sehingga membentuk bendera Merah Putih berukuran sekitar 10 X 50 sentimeter.

Peserta lomba yang berjumlah sekitar 20 orang itu adalah perempuan lansia yang berumur antara 50 hingga 70 tahun.

Sebagian besar di antara mereka tampak kesulitan memasukan salah satu ujung benang ke lubang jarum sehingga beberapa perempuan muda setempat membantunya.

Perlombaan yang terkesan unik itu tampak meriah karena diiringi dengan tabuhan sejumlah alat musik tradisional seperti jedor, kenong, kendang, dan kencreng, serta tembang dolanan berbahasa Jawa.

Perlombaan itu ditonton oleh ratusan warga.

Ipang mengatakan, lomba menjahit bendera Merah Putih itu juga bermanfaat untuk mengingatkan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga lambang negara berupa bendera Merah Putih.

"Juga pewarisan kepada generasi muda atas nilai-nilai perjuangan bangsa, pengorbanan para pahlawan bangsa dalam mencapai kemerdekaan sehingga bendera Merah Putih bisa berkibar," katanya.

Ia menyatakan, semangat para perempuan lansia setempat dalam mengikuti lomba menjahit bendera itu membangkitkan nasionalisme terutama generasi muda.

"Mereka yang telah berusia tua seakan sedang menunjukan kesetiaannya untuk merawat Merah Putih, membangun persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Peringatan HUT RI ke-64 oleh warga setempat juga dimeriahkan dengan berbagai bentuk lomba lainnya terutama melibatkan kaum perempuan seperti balap karung perempuan, makan kerupuk, giring balon, dan tarik tambang.

Daliyah (65), salah seorang peserta lomba, mengaku senang mengikuti perlombaan dalam rangka perayaan HUT ke-64 RI di desanya itu.

"Senang ikut lomba ini, meriah, kalau tahun-tahun kemarin hanya anak-anak, pemuda, dan orang dewasa, yang lansia tahun ini diikutkan," katanya. s

Senin, 30 November 2009

FOTO MESIN JAHIT KUNO

GAMBAR MESIN JAHIT KUNO, FOTO MESIN JAHIT KUNO, OLD SEWING MACHINE PHOTOS




























Senin, 23 November 2009

Balzac dan Penjahit Cilik dari Cina

Oleh: Endah Sulwesi

Balzac dan Penjahit Cilik dari Cina
Dai Sijie

Siapakah Balzac? Ia adalah sastrawan besar Prancis yang hidup antara 1799-1850. Bernama lengkap Honore de Balzac. Lahir di Tours, Prancis, dan pada 1819 kepada keluarganya, mengumumkan niatnya untuk berkarier sebagai penulis setelah sebelumnya bekerja di sebuah kantor pengacara. Di awal kariernya, sempat menggunakan nama samaran. Di antara karya-karya terbaiknya, terdapatlah novel berjudul La Pere Goriot (1835) dan Ursule Mirouet (1841).

Lantas, apa hubungannya Balzac dengan penjahit cilik dari Cina? Ceritanya ada di novel karya Dai Sijie : Balzac dan Si Penjahit Cilik dari Cina.

Itu terjadi di sebuah dusun terpencil di daratan Cina, tersembunyi di kaki Gunung Burung Hong dari Langit. Sangat sulit mencapai daerah itu. Kendaraan tak bisa sampai ke sana, sebab hanya ada jalan setapak sempit dan curam. Boleh dibilang, di sana tak ada peradaban, miskin, terisolir. Suatu tempat yang mungkin tak tertulis di peta bumi, di mana biola dilihat sebagai barang aneh. Sampai datang dua orang pemuda belia dari kota untuk menjalani apa yang disebut oleh Ketua Mao sebagai "pendidikan ulang" di masa-masa Revolusi Kebudayaan.

Pendidikan ulang merupakan salah satu program yang dicanangkan Mao demi menyukseskan ambisi gilanya, revolusi kebudayaan, yaitu dengan cara mengirimkan para pemuda-pemudi ke desa-desa untuk "belajar" bagaimana caranya menjadi proletar sejati kepada para petani.

Para pemuda tersebut, diwajibkan tinggal dan melakukan pekerjaan sehari-hari bersama para penduduk desa di mana mereka ditempatkan : menanam padi, membajak sawah, memikul air, memanen hasil, membelah kayu bakar...Pokoknya semua hal yang dilakukan petani, harus dikerjakan.

Ke Gunung Burung Hong itulah, pada 1971 "Aku" dan sahabatnya, Luo, melaksanakan perintah Ketua Mao. Kedua orang sahabat ini lulusan sekolah menengah tingkat rendah (mungkin setaraf SMP). Orang tua kedua anak muda itu sama-sama dokter. Yang satu dokter spesialis paru-paru, sedangkan yang lainnya dokter gigi. Para dokter itu, sebagai golongan intelektual, sejak Mao berkuasa dicap sebagai "musuh rakyat". Mao Zedong dikenal sebagai tiran yang sangat membenci kaum intelek. Setidaknya, begitu kesimpulan kedua tokoh dalam buku ini.

Seperti laiknya terjadi di belahan dunia mana pun, seorang pemuda selalu mengetahui berita perihal gadis cantik. Atau sebaliknya, keberadaan seorang gadis cantik tak pernah dapat disembunyikan dari mata dan telinga para pemuda.

Nun, di desa tetangga (masih dalam distrik yang sama) tersiarlah kabar tentang seorang gadis mungil cantik putri tunggal seorang penjahit, satu-satunya penjahit di distrik tersebut. Setiap kali sang ayah melakukan perjalanan keliling ke desa-desa sekitar, sang putri ditinggal seorang diri selama berhari-hari. Pada saat-saat seperti itu, kumbang-kumbang desa berdatangan menyatroni bunga jelita. Tak terkecuali kedua sahabat setia : aku dan Luo.

Tak butuh waktu lama, ketiganya kemudian menjadi sahabat, bahkan kelak Luo berhasil memacari si gadis polos yang, menurut Luo, "tidak cukup beradab" sampai kemudian Luo memperkenalkan (novel-novel) Balzac kepadanya.

Luo memperoleh novel-novel Balzac itu, La Pere Goriot dan Ursule Mirouet, dengan cara mencurinya dari Si Mata Empat, pemuda yang juga ikut dididik ulang. Saat itu, ketahuan memiliki novel-novel barat sama saja dengan kejahatan. Namun, Si Mata Empat, entah bagaimana caranya, berhasil menyelamatkan 'harta karun' tersebut dan membawanya dalam koper kulit ke desa tempat ia dididik ulang sebelum akhirnya dicuri Luo.

Sebenarnya tak terlalu mengherankan Si Mata Empat bisa memiliki novel-novel barat karya Balzac, Flaubert, Gogol, dan Romain Rolland, mengingat ayah ibunya adalah penyair.

Maka, berpestalah kedua anak muda yang haus bacaan itu. Bersama Balzac dan kawan-kawan, mereka menerbangkan imajinasi, berkelana ke kota-kota dunia, menembus batas ruang dan waktu, menjelajah negeri-negeri jauh lewat tokoh novel-novel tersebut. Mereka mabuk, laiknya seorang pengembara yang kehausan tiba-tiba mendapatkan air bening setelaga. Ingin rasanya mereguk seluruh isi telaga bening itu. Tak lupa, mereka membaginya dengan si Penjahit Cilik tanpa pernah sedikit pun menduga akibatnya.

Demikian, dipaparkan dengan bagus sekali oleh Dai Sijie, seorang sineas yang pernah mengalami sendiri "pendidikan ulang" selama 3 tahun (1971-1974). Pada 1984, ia hijrah dari Cina ke Prancis. Balzac dan si Penjahit Cilik dari Cina ini adalah novel debutannya yang diterbitkan di Prancis pada tahun 2000.

Meski mengambil latar belakang revolusi kebudayaan, namun tidak lalu menjadikan novel ini sebuah kisah yang suram seperti Wild Swans (GPU, 2005), misalnya. Kedua tokoh utamanya selalu berusaha gembira dan optimis menghadapi situasi sesulit apa pun. Dai Sijie mengemas ceritanya dalam humor (satire) yang segar tanpa bermaksud menghilangkan bukti dan fakta tentang kebiadaban rezim komunis di bawah Mao.

Mao boleh saja mengekang kebebasan fisik mereka dengan kerja paksa yang melelahkan sepanjang hari selama bertahun-tahun. Ia dan Tentara Merahnya boleh saja melarang anak-anak muda itu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Tetapi, ia tidak bisa menyuruh mereka berhenti berpikir dan berimajinasi. Pikiran itu seperti magma gunung berapi : terus bergolak hingga suatu hari memerdekakan diri dengan berbagai cara : membaca buku, menulis, main musik, puisi, teater, film....

Novel ini membuktikan betapa buku (sastra) memiliki kekuatan dahsyat membuka pikiran, mengubah pandangan, memperluas wawasan seseorang. Bahkan seorang "tak beradab" seperti si Penjahit Cilik sekali pun mendapatkan kekuatan dan keyakinan menentukan jalan hidupnya setelah dibacakan (novel) Balzac.

Pantas saja jika para tiran di dunia ini begitu takutnya pada buku (sastra). Kita bisa saksikan di negeri kita sendiri banyak karya sastra diberangus dan penulisnya dipenjara dengan dakwaan telah melakukan perbuatan subversif, menyebarluaskan ide/pemikiran yang berbahaya dan mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Yang paling dicatat sejarah tentulah apa yang menimpa sastrawan Pramoedya Ananta Toer.

Bukan hanya buku, namun kegiatan sastra dan kesenian lainnya pun mengalami hal serupa. Ingat saja kasus Teater Koma yang dilarang manggung beberapa tahun lalu karena naskahnya dianggap berbahaya. Demikian pula dengan nasib konser-konser Iwan Fals, sering harus batal demi "keamanan."

Sejak lama saya telah percaya, bahwa seni dan sastra adalah media penyampai (pesan, gagasan, pemikiran) paling efektif, bahkan mengalahkan jurnalisme. Sampai-sampai seorang Seno Gumira Ajidarma menulis buku yang berjudul : Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Bicara (Bentang Pustaka, 2005). Begitulah, (kekuatan) sastra memang dahsyat, saudara-saudara!

Endah Sulwesi 22/4
http://perca.blogdrive.com/